Pernah nggak sih ketemu sama orang yang sebenarnya ilmunya nggak banyak banget, tapi kalau ngomong tuh lancar abis—semua orang jadi mendengarkan? Sementara itu ada juga yang pinter banget, tapi kalau disuruh ngomong di depan orang malah jadi kaku, kata-katanya nggak keluar dengan mulus. Rasanya, dunia ini memang lebih kasih panggung ke mereka yang jago ngobrol daripada yang sekadar jago mikir.
Di lingkungan sehari-hari, entah di kampus, tempat nongkrong, atau dunia kerja, sering banget kejadian kayak gini. Orang yang bicara dengan percaya diri, meski isi omongannya biasa aja, sering banget jadi pusat perhatian. Kadang kita sampai bengong, kok bisa sih pendapat dia lebih didengar daripada si “si jenius” yang duduk anteng di pojokan? Padahal jelas-jelas, kalau urusan otak, si jenius menang telak.
Faktor yang bikin orang didengar itu ternyata bukan cuma soal pinter atau nggaknya, tapi gimana cara mereka “ngemas” omongannya. Gaya bicara yang santai, nggak terlalu kaku, dan penuh percaya diri itu bikin orang betah dengerin. Nggak heran kadang “orang bodoh yang pandai bicara” bisa jadi influencer, motivator, atau bahkan ketua kelas, sementara “orang pintar yang kaku” jarang ditunjuk buat presentasi.
Bukan berarti jadi orang pintar itu salah, atau lebih baik asal bisa ngomong doang. Justru, dengan belajar ngomong yang santai dan percaya diri, orang-orang yang pinter juga bisa ikutan didengar. Pinter itu modal, tapi cara menyampaikan pikiran juga penting. Jadi, daripada cuma duduk diam sama ide-ide pintar, mending mulai belajar “ngomong”—nggak usah takut salah, yang penting berani dulu aja.
Kadang, keberanian buat nyoba ngomong di depan orang itu paling susah buat yang biasa berpikir kritis tapi kurang aktif ngobrol. Tipsnya, latihan aja mulai dari lingkup kecil dulu, misal ngobrol sama teman dekat, lalu pelan-pelan naik level ke diskusi di kelas atau forum. Nggak usah terlalu mikirin pengen “terlihat pintar”, tapi lebih fokus gimana caranya supaya pesan yang mau disampaikan gampang dimengerti teman-teman lain.
Akhirnya, biar pinter beneran juga tetap harus bisa “ngomong”, supaya nggak cuma ide cemerlang yang tersimpan di kepala kita. Jadi, jangan takut buat speak up, asal tetap rendah hati dan jangan asal ngomong tanpa isi. Mungkin suatu hari, “si pinter yang santai ngomong” bakal jadi yang paling didengar dan dihargai semua orang!
Jika ingin belajar Public Speaking silahkan Klik https://lynk.id/arul_5053 untuk mendapatkan EBooknya.

Komentar
Posting Komentar